Kamis, 06 April 2017

Sudahkah Kita Beradab Dalam Rumah?

Dalam sebuah lingkungan masyarakat perlu untuk diketahui dan dipahami oleh kita sebagai umat Islam yang juga ingin agar sunnah di dalam rumah bisa dilaksanakan dengan baik dan sesuai tuntunan Islam dan sunnah Rasulullah SAW.
Rumah adalah tempat berkumpulnya anggota keluarga ketika melaksanakan sebagian aktivitas. Berkaitan dengan hal ini Rasulullah telah mencontohkan dan memberikan tuntunannya bagaimana seharusnya kita memperlakukan dan beraktifitas dalam rumah.
Rasulullah menjadikan rumah yang Islami sebagai tempat tinggal sebatas kebutuhan, baik untuk menutupi diri dari pandangan orang, menghindarkan diri dari bahaya panas, dingin, hujan dan angin serta menjaga apa yang hidup di dalamnya seperti binatang peliharaan dan lainnya.
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa rumah Rasulullah SAW sangat sederhana namun nyaman, baik dan harum karena keringat atau bau beliau sendiri. Beliau tidak menghiasi dan membangun rumahnya secara berlebihan. Rumah beliau bukanlah rumah yang megah sehingga orang lain takut jika hancur. Rumahnya tidak pula menjulang tinggi sehingga menjadi tempat bagi sarang binatang, menjadi sasaran hembusan angin kencang.
Dan bukan pula rumah bawah tanah sehingga menyerupai rumah para diktator-diktator terdahulu, bahkan mungkin mengganggu orang yang tinggal di dalamnya karena minim dan kosongnya oksigen, sinar matahari dan diselimuti kegelapan atau menjadi hunian mahluk-makhluk.
Pada umumnya masyarakat yang beragama islam sebaiknya untuk menerapkan syariat ajaran islam di dalam desain rumahnya. Disamping bertujuan untuk memperoleh desain rumah yang bagus tetapi tetap berdasarkan syariat Islam. Membangun rumah berdasarkan syariat Islam hanya semata untuk mencari ridha dan pahala dari Allah SWT. Di dalam rumah, Rasul juga telah mencontohkan semua aktivitas alias adab-adab Islam.
Berkaitan dengan rumah, islam telah memberikan beberapa contoh dan teladan serta juga Adab Tuntunan Sunnah Islam Dalam Rumah. Antara lain adalah sebagai berikut seperti informasi yang dilansir dari Islampos :
1. Dzikir ketika Masuk Rumah dan Makan
Hal ini berdasarkan hadits Jabir dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda, yang artinya :
"Bila seseorang memasuki rumahnya lalu menyebut nama Allah ketika masuk dan makan, maka berkatalah syetan, “Tidak ada tempat tinggal dan makanan malam untukmu.’ Bila ia masuk tetapi tidak menyebut nama Allah ketika masuk, maka berkatalah syetan, “Kamu sudah mendapatkan tempat tinggal.” Dan bila ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, maka berkatalah setan, “Kamu sudah mendapatkan tempat tinggal dan makan malam." (HR. Muslim).
Sehingga dengan demikian ketika akan masuk rumah harus membaca basmalah atau menyebut nama Allah seperti ucapan, "La Ilaha Illallah."
2. Bersyukur Kepada Allah Atas Nikmat Adanya Rumah
Allah berfirman, yang artinya :
“Ingatlah ketika Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Imam As-Sa’di menjelaskan, arti syukur ada 3 yaitu :
- Mengakui bahwa nikmat itu dari Allah dan bukan semata hasil karyanya.
- Memuji Allah atas nikmat yang telah Dia anugerahkan
- Menggunakan nikmat itu untuk kegiatan yang Allah ridhai dan bukan untuk sesuatu yang terlarang.
Algira Mountain View

3. Shalat Sunnah di Rumah
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhu, yang artinya : "Jadikanlah sebagian dari shalat kamu (shalat sunnah) di rumahmu dan janganlah menjadikannya sebagai kuburan." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
4. Tidak Memuat Gambar atau Patung
Hal ini sebagaimana hadits yang bersumber dari Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya para malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar.” (Muttafaq ‘alaih). Di dalam lafal al-Bukhari, “dan juga gambar patung.”
Hadits-hadits yang berkenaan dengan hal ini mengandung beberapa permasalahan, di antaranya :
- Gambar-gambar para tokoh terkemuka, para pemimpin dan nenek moyang yang digantungkan adalah diharamkan.
- Gambar-gambar yang dihinakan seperti yang terdapat dalam karpet, bantal dan sebagainya tidak apa-apa, demikian pula dengan gambar yang ada di dalam kaleng dan sebagian makanan, posisinya adalah sebagai sesuatu yang dihinakan. Demikian pula yang dikarenakan kondisi darurat atau ada keperluan.
5. Tidak Berlebihan dalam Membangun Rumah
Hal ini sebagaimana hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Di antara tanda-tanda datangnya hari Kiamat adalah bila para penggembala ternak berlomba-lomba dalam membangun.” (HR. al-Bukhari).
Al-Hafizh Ibn Hajar mengatakan, “Terdapat celaan dalam membangun secara mutlak dalam hadits Khabbab, “Seorang laki-laki akan diganjar pahala dalam semua nafkah yang ia keluarkan selain tanah.” (HR. at-Tirmidzi)
Nah, itulah adab-adab di rumah yang perlu Sahabat perhatikan. Mudah-mudahan setelah kita tahu dan mengerjakan adab-adab dalam rumah, kita mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan ketika kita berada di rumah. Aamiin.
Sumber: abufarras.blogspot.co.id
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini