Kamis, 06 April 2017

8 Prinsip Desain Rumah Dengan Konsep Islam (Bag. 1)

Ada beberapa hal yang penting dan prinsip yang harus diperhatikan ketika mendesain rumah agar rumah yang anda tempati menjadi sarana untuk meningkatkan ketaqwaan dan mendekatkan diri kepada Allah atau melaksanakan Islam secara kaffah.
1. Jauhkan rumah dari segala sesuatu yang mengandung kesyirikan.
Mendesain rumah dengan konsep islam harus mengedepankan konsep agama islam yang memurnikan tauhid kepada Allah. Hindarkan ornament, atau hiasan yang mengandung nilai kesyirikan, khurofat, dan takhayul seperti patung, benda-benda pusaka, gambar dan lukisan makhluk bernyawa. Rumah juga terbebas dari pola pendirian rumah berdasarkan Feng Sui. Proses pendirian rumah benar -benar memanfaatkan luas lahan tidak terikat dengan kepercayaan keberuntungan jika menghadap ke titik tertentu.
2. Jangan menempelkan gambar atau lukisan makhluk yang bernyawa.
Gambar dan lukisan makhluk bernyawa didalam agama islam dilarang. Semua ulama sepakat atas keharamanya berdasarkan hadis “
Dalam hadits muttafaqun ‘alaih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ
”Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)” (HR. Bukhari 3224 dan Muslim no. 2106)
Adanya pendapat yang membolehkan oleh sebagian orang tidak lantas membatalkan hadis diatas. Pendapat yang membolehkan jelas bertabrakan dengan hadis jadi tidak bisa diterima.
Sebagai pengganti apabila anda seorang pecinta seni lukis, anda bisa memasang gambar gunung, pohon atau pemandangan alam lainya. Anda juga bisa memasang gambar abstrak.

Bukit Mekar Wangi

3. Jangan mendesain toilet menghadap atau membelakangi kiblat.
Islam adalah agama wahyu, sekecil apapun kalau itu datang dari wahyu dan dari hadis yang shohih harus dilaksanakan tanpa perlu bertanya mengapa?. Salah satu larangan membuat posisi toilet menghadap atau membelakangi kiblat berdasar hadis :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ الْمِصْرِيُّ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ يَقُولُ أَنَا أَوَّلُ مَنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ حَدَّثَ النَّاسَ بِذَلِكَ
janganlah salah seorang dari kalian kencing dgn menghadap ke arah Kiblat. Dan akulah orang yg pertama kali menyampaikan hadits ini kepada orang-orang. [HR. ibnumajah]
Desainlah toilet menghadap ke utara atau selatan.
4. Desain kamar mandi sekaligus ruang ganti pakaian.
Islam sangat menjaga kehormatan. Islam mengajak pemeluknya menutup aurot. Oleh karena itu , sering kita dapati kamar mandi yang tidak dilengkapi peralatan ganti baju membuat pemakainya atau anggota keluarga yang mandi keluar dalam keadaan belum tertutup aurotnya secara sempurna, misalnya keluar kamar mandi masih mengenakan handuk. Kalau kebetulan yang melihat masih anggota keluarga tidak terlalu bermasalah, namun jika yang melihat tamu, tentu ini akan menimbulkan fitnah.
Sumber: prodezign.web.id
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini